Technoference dalam Pola Asuh Digital: Studi Fenomenologi tentang Interaksi Emosional Orang Tua dan Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta

Authors

  • Rahma Cahya Pratiwi Universitas Negeri Yogyakarta
  • Aprilia Anggun Setyo Budi Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v16i3.4515

Keywords:

Technoference, Pola Asuh Digital, Interaksi Emosional, Kearifan Lokal, Pendidikan Islam

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi dalam keluarga dan menghadirkan fenomena technoference, yaitu gangguan interaksi interpersonal akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Fenomena ini berpotensi memengaruhi kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak, khususnya pada usia sekolah dasar yang merupakan fase penting dalam pembentukan kelekatan dan perkembangan sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua terkait technoference dalam pola asuh serta implikasinya terhadap interaksi emosional dengan anak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri atas 13 orang tua yang memiliki anak usia 7–12 tahun dan berdomisili di Kota Yogyakarta. Pemilihan partisipan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode fenomenologi Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu: (1) melemahnya ikatan emosional antara orang tua dan anak akibat berkurangnya kualitas interaksi tatap muka; (2) ambivalensi orang tua dalam penggunaan gawai yang ditandai oleh konflik antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab pengasuhan; serta (3) munculnya strategi protektif berbasis kearifan lokal dan nilai religius, seperti makan bersama tanpa gawai, mendongeng, olahraga keluarga, shalat berjamaah, dan mengaji bersama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa technoference tidak hanya berdampak pada kualitas hubungan emosional orang tua dan anak, tetapi juga mendorong keluarga mengembangkan berbagai strategi adaptif berbasis budaya dan religiusitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian digital parenting dengan menegaskan pentingnya kearifan lokal dan nilai-nilai Islam sebagai faktor protektif dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alifiani, H., Nurhayati, N., & Ningsih, Y. (2019). Analisis Penggunaan Gadget terhadap Pola Komunikasi Keluarga. Faletehan Health Journal, 6(2), 51–55. https://doi.org/ 10.33746/fhj.v6i2.16

Andriyani, I. N. (2018). Pendidikan Anak dalam Keluarga di Era Digital. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam, 7(1), 789–802. https://www.researchga te.net/publication/328731013_Pendidikan_Anak_dalam_Keluarga_di_Era_Digital

Arifin, S. (2022). Pengaruh Religiusitas, Kecerdasan Emosional dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Resiliensi Siswa Kelas VII SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta Tahun Pelajaran 2019/2020. Islamic Education, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.57251/ie.v2i1.261

Balqis, R. R., & Rosfalia, N. A. (2024). Motor Development in Early Children in Various Cultures in Indonesia. Proceeding of International Conference on Education and Sharia, 1, 54–61. https://doi.org/10.62097/ices.v124.9

Balqis, R. R., & Syaikhu, A. (2023). Distraksi Digital atau Kemerosotan Literasi Menjelajah Peran FOMO dalam Praktik Literasi Sekolah Dasar. Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 5(2), 34–41. https://doi.org/10.6209 7/au.v5i2.1598

Chamam, S., Forcella, A., Musio, N., Quinodoz, F., & Dimitrova, N. (2024). Effects of Digital and Non-Digital Parental Distraction on Parent-Child Interaction and Communication. Frontiers in Child and Adolescent Psychiatry, 3. https://doi.org/1 0.3389/frcha.2024.1330331

Chen, X., Fu, R., & Yiu, W. Y. V. (2019). Cultures and Parenting. Handbook of Parenting, 448–473. https://psycnet.apa.org/doi/10.4324/9780429401459-14

Greening, N. (2019). Phenomenological Research Methods. Scientific Research Journal, 7(5), 88–92. https://doi.org/10.31364/scirj%2Fv7.i5.2019.p0519656

Hidayati, R. (2020). Peran Orang Tua: Komunikasi Tatap Muka dalam Mengawal Dampak Gadget pada Masa Golden Age. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2). 1-10. https://doi.org/10.35308/source.v5i2.1396

Khusniyah, N. L. (2018). Peran Orang Tua sebagai Pembentuk Emosional Sosial Anak. QAWWAM: Journal for Gender Mainstreaming, 12(1), 87–101. https://doi.org/1 0.20414/qawwam.v12i1.782

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

McDaniel, B. T., Linder, L., Abeele, M. M. P. V., Ventura, A. K., Coyne, S. M., & Barr, R. (2024). Technoference in Parenting and Impacts on Parent–Child Relationships and Child Development. Dalam Handbook of Children and Screens: Digital Media, Development, and Well-Being from Birth through Adolescence. Springer Nature Switzerland Cham, 411–417. https://doi.org/10.1007/978-3-031-69362-5_56

Mutiara, T. (2025). Analisis Pola Kelekatan Orang Tua dan Anak terhadap Resiliensi Siswa Kelas IV dan V di SD Negeri 1 Cikeusik. Scientific Exploration: Journal of Indonesian Academic Research, 3(1), 24–32. https://doi.org/10.25134/jiar.v3i1.49

Octaviyana, T., Septiyani, E., Nadira, Y. A., Bilqis, Q., Mulyani, M. S., Achdiani, Y., & Fatimah, S. N. (2025). Dampak Media terhadap Komunikasi Keluarga. Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi, 5(1), 92–105. https://doi.org/10.55 606/juitik.v5i1.1098

Radesky, J. S., Chambers, E. P., Zuckerman, B., & Silverstein, M. (2016). Use of Mobile Technology to Calm Upset Children: Associations with Social-Emotional Development. JAMA Pediatrics, 170(4), 397–399. 10.1001/jamapediatrics.2015.4 260

Taraban, L., & Shaw, D. S. (2018). Parenting in Context: Revisiting Belsky’s Classic Process of Parenting Model in Early Childhood. Developmental Review, 48, 55–81. https://psycnet.apa.org/doi/10.1016/j.dr.2018.03.006

Downloads

Published

2026-06-23