Proses Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Self Efficacy

Authors

  • Husnul Khatimah STKIP Taman Siswa Bima
  • Fatmah Fatmah STKIP Taman Siswa Bima

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpm.v9i2.237

Keywords:

Berpikir Kreatif, Masalah Matematika, Self Efficacy

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah ditinjau dari self efficacy. Subjek dalam penelitian ini adalah dua mahasiswa semester III STKIP Taman Siswa Bima yang memiliki kemampuan matematika tinggi. Kuesioner self efficacy dan tes kemampuan matematika peneliti gunakan untuk memilih subjek penelitian yang terdiri atas satu subjek dengan self efficacy tinggi dan satu subjek dengan self efficacy rendah tetapi keduanya memiliki kemapuan matematika yang sama. Data yang dikumpulkan dengan memberikan soal pemecahan masalah dan wawancara untuk mendapatkan data lebih lanjut tentang proses berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self efficacy tinggi dan self efficacy rendah melewati setiap proses berpikir kreatif. Proses berpikr kreatif yang dilakukan oleh subjek dengan self efficacy tinggi dan self efficacy rendah berbeda dalam beberapa aspek diantaranya: tahap persiapan, perbedaan dalam memilih cara yang benar, tahap iluminasi, perbedaan dalam memberikan metode pemecahan masalah, dan tahap verifikasi. Perbedaan dalam mengalisis

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arnold, J.A. & O'Connor, K.M. (2006). How Negotiator Self-Efficacy Drives Decisions to Pursue Mediation. Journal of Applied Social Psychology, 36, 11, 2649–2669.
Asrori, M. (2007). Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.
Baker, W., & Czarnocha, B. (2015). AHA! Moment, bisociation and simultaneity of attention. Congress of European Research in Mathematics Education-9 Proceeding. Prague.
Bandura. 2006. Guide for constructing self-efficacy scales. In F. Pajares &T. Urdan (Eds), Adolescence and education: Self-efficacy beliefs of adolescents (Vol S, pp. 307-337). Greenwich, CT: Information Age.
Djalali, M., Kasiati, & Sofiah, D. (2012). Pola Asuh Orang Tua Demokratis, Efikasi-Diri, dan Kreativitas Remaja. Jurnal Psikologi: Vol. 1 No. 1, pp. 17.
Erdogan, T., Akkaya, R. & Celebi-Akkaya, S. (2009). The effects of the van Hiele Model based instruction on the creative thinking levels of 6th grade primary school students. Educational sciences: theory and practice, 181-194.
Firth, Connie. 2010. Motivation to Learn. (online). Tersedia: http://www.usask.ca/education/coursework/802papers/Frith/Motivation.PDF. diakses tanggal 16 November 2019.
Haylock, D. (1987). A framework for assesing mathematical creativity in school children. Educational Studies in Mathematics, 18(1), 59-74.
Maddux, J.E. 2000. Self-efficacy. In C. R. Snyder & Lopez (Eds.),Handbook of Positive Psychology (pp. 277-287). New York, NY: Oxford University Press.
Permendikbud. 2016. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Balitbang.
Pope, R. (2005). Creativity: Theory, History, Practice. New York: Taylor & Francis e-Library
Savic, Milos. (2016). Mathematics Problem Solving via Wallas’s Four Stages of Creativity: Implication for the Undergraduate Classroom. Journal of Mathematics Enthusiast: vol. 13 No. 3, pp. 17.
Scholz, U., Sniehotta, F.F., Schüz, B., & Oeberst, A. (2007). Dynamics in Self Regulation: Plan Execution Self-Efficacy and Mastery of Action Plans. Journal of Applied Social Psychology, 37, 11, 2706–2725.
Sumarmo, U. (2010). Berpikir dan Disposisi Matemati: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik. Artikel FPMIPA UPI. Tidak diterbitkan.
Surya, H. (2011). Strategi Jitu Mencapai Kesuksesan dalam Belajar. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Wallas, G. (1926). The art of thought. New York: Harcourt Brace.

Downloads

Published

2019-12-30