Bentuk Bahasa Sindiran dalam Tuturan Sehari-hari Masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro Kabupaten Kuantan Singingi

Authors

  • Popy Aprilia Ningsih Universitas Jambi
  • Andiopenta Purba Universitas Jambi
  • Deri Rachmad Pratama Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v16i2.4233

Keywords:

Bahasa Sindiran, Semantik, Gaya Bahasa, Makna Konotatif, Melayu Riau

Abstract

Kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu yang tinggal di Desa Pulau Aro, Kabupaten Kuantan Singingi, sering menggunakan bahasa kiasan. Dalam situasi sosial tertentu, bahasa kiasan sering digunakan untuk menyindir. Tulisan ini membahas tentang bentuk bahasa sindiran yang dituturkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai bentuk sindiran yang ditemukan dalam tuturan orang Melayu Riau di Desa Pulau Aro. Selain itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan fungsi serta konteks penggunaan dari setiap bentuk sindiran yang ditemukan dalam interaksi sosial di masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data wawancara tak terstruktur. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung bahasa sindiran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bahasa sindiran dalam tuturan masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro terdiri atas lima bentuk yaitu ironi, sinisme, sarkasme, satire, dan antifrasis, sedangkan bentuk innuendo tidak ditemukan dalam data. Setiap bentuk sindiran memiliki makna konotatif yang berbeda dan berfungsi sebagai sarana kritik sosial, teguran, nasihat, serta penilaian terhadap perilaku seseorang tanpa menyampaikan secara langsung.

References

Alita, P. D., & Alber. (2023). GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM KANAL YOUTUBE ACARA “LAPOR PAK” TRANS 7. 13(2), 569–582.

Amelia, A. R., & Saleh, M. (2024). Sikap Berbahasa Indonesia Siswa Kelas VIII UPT SMPN 2 Binamu Kabupaten Jeneponto. 5(2), 93–100.

Annisa, R. S. (2024). BAHASA SINDIRAN DALAM PROGRAM STAND UP COMEDY “ SOMASI ” : KAJIAN SEMANTIK. 1(3).

Areza, R. J., Kusumaningsih, D., Saptomo, S. W., & Nur, N. (2023). Menguatkan Kesinambungan Dialog dengan Teknik Bahasa Sindiran ( Studi Kasus di Talkshow Lapor Pak ). 12, 127–146.

Arisnawati, N. (2020). Gaya Bahasa Sindiran Sebagai Bentuk Komunikasi Tidak Langsung Dalam Bahasa Laiyolo. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan Dan Kesastraan, 18(2), 136. https://doi.org/10.26499/mm.v18i2.2314

Budi, N. A., Aida Aziz, S., & Suwadah Rimang, S. (2023). Gaya Bahasa Sindiran pada Media Sosial. Jurnal Sinestesia, 13(1), 163–174. https://sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/309

Bunda, S. P., Hermandra, H., & Sinaga, M. (2022). Bentuk dan Fungsi Fatis dalam Bahasa Melayu Riau Dialek Kuantan Singingi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 2478–2484.

Harri, M., Suharto, Fitriati, T. K., & Subagja, I. K. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (W. Kurniawan (ed.)). CV. Pena Persada.

Haykal, M. R., Noortyani, R., & Taqwiem, A. (2025). GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM NOVEL “O” KARYA EKA KURNIAWAN. 14(3), 630–644.

Iqbal, M., & Mulyadi. (2022). Metafora binatang dalam ungkapan idiomatik bahasa Aceh 1. 21(3), 255–267.

Kamalia, K., Muzzaki, A., & Ahnaf, F. H. (2024). Gaya Bahasa Sindiran dalam Konten Somasi Community pada Kanal Youtube Deddy Corbuzier Edisi Desember 2023 dan Relevansinya dalam Pembelajaran Menulis Teks Anekdot di SMA. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 11(1), 123. https://doi.org/10.30595/mtf.v11i1.21540

Keraf, G. (2007). Diksi dan Gaya Bahasa. PT Gramedia Pustaka Utama.

Maharani, N., & Hartati, A. (2024). ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM BUKU “ JIKA KITA TAK PERNAH BAIK - BAIK SAJA ” KARYA ALVI SYAHRIN : KAJIAN SEMANTIK. 10(1), 1–8.

Purnamawati, Z. (2021). KRITIK SEBAGAI STRATEGI PERLAWANAN DALAM PUISI-PUISI FĀRŪQ JUWAIDAH. XIV, 1–11.

Putra, I. G. N. G. (2021). Variasi Retorika dalam Pertunjukan Wayang Cenk Blonk. 9(2), 106–118.

Putri, J., Harsalina, A., & Putri, S. R. (2025). Tindak Tutur Ilokusi Asertif dalam Bahasa Melayu Dialek Kabupaten. 3(4), 5965–5972.

Radhiyah, I. (2021). MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DENGAN SIKAP BERBAHASA. 4(2), 591–605.

Rahman, N. E., & Sulistyawati, R. (2023). PENYIMPANGAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @DAGELAN. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 12. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/31194/11/Penyimpangan Maksim Kesantunan Berbahasa_Lingua Rima.pdf

Rahmayanti, I., & Nusivera, E. (2022). GAYA BAHASA SINDIRAN PANDEMI COVID-19 PADA MEDIA. 181–189.

Reza, A., & Nurmalisa, D. (2023). ACARA SOMASI DI YOUTUBE. 4(02), 32–43.

Roihanah, A. N., Rahmayanti, A., & Nurjanah, N. (2024). KONOTASI DALAM ROASTING STAND-UP COMED Y KIKY SAPUTRI TERHADAP PEJABAT INDONESIA. 17(1), 93–108.

Tarigan, H. G. (2021). Pengajaran Semantik. ANGKASA BANDUNG.

Wardana, I. K., Astuti, P. S., & Sukanadi, N. (2022). Sikap Kebahasaan Guru sebagai Pemodelan Pendidikan Bahasa Anak Usia Dini. 6(6), 6777–6790. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2574

Winarti, & Amri, S. H. (2020). Sastra Lisan Sebagai Refleksi Kearifan Lokal dalam Menjaga Sikap, Perilaku, dan Etika. Pariwisata Dan Budaya, 1.

Downloads

Published

2026-04-18