Mantra Kariau Senja di Desa Sungai Durait Tengah Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara

Authors

  • Dewi Dewi Universitas PGRI Kalimantan
  • Akhmad Humaidi Universitas PGRI Kalimantan

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v16i1.4187

Keywords:

Mantra, Kariau Senja, Semiotik

Abstract

Mantra, sebagai salah satu bentuk sastra lisan, merupakan warisan budaya Indonesia yang menyimpan signifikansi historis, sosial, dan spiritual. Tradisi Mantra Kariau Senja di Desa Sungai Durait Tengah menghadapi tantangan pelestarian dan kurangnya kajian mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna denotasi, konotasi, serta mitos yang terefleksi dalam mantra tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa 5 mantra, yaitu saudara empat, kariau malam, kariau senja, kaki tunggal, dan kambang barangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra ini adalah sistem tanda yang kompleks. Makna denotasi, sebagai makna literal dan harfiah menjadi dasar pemahaman. Lapisan konotasi, yang muncul dari asosiasi budaya, memperkaya makna tersebut hingga membentuk mitos. Mitos ini berfungsi sebagai pesan ideologis yang merefleksikan nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Banjar setempat. Mantra Kariau Senja tidak hanya berfungsi sebagai alat ritual, tetapi juga sebagai media yang merefleksikan pandangan dunia dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penggunanya.

References

Arafat, G. Y., Guntoro, B., & Witjaksono, R. (2024). The Islamic Extension Strategy for Muslim Converts in Remote Cultural Societies: A Case Study of the Meratus Dayak Tribe. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 22(2), 167–190.

Arfah, A. (2023). Analisis Bentuk Fungsi dan Makna Mantra Pengobatan Masyarakat Bima di Kecamatan Monta Desa Wilamaci Dusun Tanjung Mas. Universitas Muhammadiyah Mataram.

Budhi, S. (2018). Two Window and One Rivers the Possibility of Dayak Meratus People in Capitalist Society. Australian Journal of Basic and Applied Sciences, 12(8), 90–93. https://doi.org/10.22587/ajbas.2018.12.8.17

Hidayatullah, D. (2020). Tatamba (Pengobatan) dalam Naskah Banjar. Kelasa, 13(2). https://doi.org/10.26499/kelasa.v13i2.67

Humaidi, A., Alfarisi, M., & Susilawati, E. (2022). Mantra Pengobatan Masyarakat Banjar di Desa Pulau Alalak Kabupaten Barito Kuala. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1, 241–248. https://doi.org/10.33654/iseta.v1i0.1683

Jannah, R. (2023). Mantra Pengasihan Adat Banjar di Teluk Kepayang. Sirok Bastra, 11(2), 91–102. https://doi.org/10.37671/sb.v11i2.432

Jumadi, Zulkifli, & Noortyani, R. (2017). Antropolinguistik dalam Mantra Dayak Maanyan di Kalimantan Selatan. Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 7(1), 35–49.

Leha, N., Ismah, N., & Syakir, A. (2025). Nilai Religius dalam Mantra Pengobatan di Desa Talan Kabupaten Tabalong. Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 15(2), 221–230. http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v15i2.23807

Ma’ruf, S., Taqwiem, A., & Alfianti, D. (2024). Bentuk dan Fungsi Mantra Mangariau Banih. Alinea: Jurnal Bahasa Sastra Dan Pengajaran, 13(1), 57–69.

Ma’ruf, S., Taqwiem, A., & Alfianti, D. (2024). Bentuk dan Fungsi Mantra Mangariau Banih. Alinea: Jurnal Bahasa Sastra Dan Pengajaran, 13(1), 57–69.

Masdiyah, Sari, N. A., & Purwanti. (2022). Mantra Bersoyong Pare Upacara Adat Tanam Padi Suku Paser Telake di Desa Mendik Long Kali Paser: Kajian Semiotik Roland Barthes. Journal of Indigenous Culture, 1(1), 57–70. https://doi.org/10.30872/jic.v1i1.5

Mizani, H., Basir, A., Giri, S., Juhaidi, A., & Aslan. (2020). Understanding Islamic Education Model for Children of Early Married Families in South Kalimantan. Talent Development & Excellence, 12(2), 4365–4374.

Mulyana, R., Wasta, A., & Apriani, A. (2022). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Pelapalan Mantra Kesenian Bebegig Sukamantri. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 5(1), 221–231.

Nengsih, S. W. (2016). Keunikan Bahasa Mantra Banjar: Panah Arjuna. METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra, 6(2), 115–124. https://doi.org/10.26610/metasastra.2013.v6i2.115-124

Noormaidah. (2017). Kajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Bakumpai. Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 7(1), 95–113.

Norvia. (2019). Stilistika dan Unsur Kealaman dalam Mantra Pakasih dan Papikat Suku Banjar Kalimantan Selatan. Sirok Bastra, 7(2), 141–152. https://doi.org/10.37671/sb.v7i2.168

Oman, D. (2023). What Is a Mantra? Guidance for Practitioners, Researchers, and Editors. American Psychologist, 80(7), 1032–1044. https://doi.org/10.1037/amp0001368

Rahayu, M. (2020). Mythology of Career Woman in Hijab Film (Study of Roland Barthes Semiotic Analysis). American Journal of Humanities and Social Sciences Research, 4(7), 80–86.

Riwanda, A., & Hasyim, M. F. (2023). Dynamic Religious Acculturation: Exploring the Living Hadith Through the Ba’ayun Mawlid Tradition in Kalimantan. Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith, 13(1), 50–76.

Rohmawati, A., & Permadi, T. (2025). Simbol spiritualitas dan pandangan ekologis mantra ngalaksa dalam perspektif kajian ekolinguistik kultural. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 8(4), 1191–1204. https://doi.org/10.30872/diglosia.v8i4.1566

Septiana, D. (2018). Leksikon Pertanian pada Masyarakat Dayak Maanyan. Suar Bétang, 13(2), 217–227. https://doi.org/10.26499/surbet.v13i2.74

Strelnik, O. (2020). Myth in the Communicative Space of Modern Culture. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 556–560. https://doi.org/10.2991/assehr.k.191217.190

Sugiarto, E., & Prabawati, A. (2015). Mengenal Sastra Lama. Andi Offset.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syakir, A., & Ngalimun. (2026). Mantra Banjar dalam Praktik Pengobatan Tradisional: Kajian Etnografi dan Budaya Lokal. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 1–9.

Wahdini, C., & Putri, N. Q. H. (2025). Mantra Pengobatan dan Identitas Budaya: Kajian di Kalangan Masyarakat Suku Dayak Kabupaten Paser. Jurnal Skripta, 11(1), 32–42. https://doi.org/10.31316/skripta.v11i1.7694

Wahyuni, I., Purwanti, & Sayuti, M. (2021). Performansi Mantra di Kalangan Masyarakat Banjar. 33–43.

Wiranze, A., Ifnaldi, & Agita, M. (2025). Analisis Makna dan Fungsi Mantra Pengobatan Masyarakat Lebong di Desa Turan Lalang. Institut Agama Islam Negeri Curup.

Yulianto, A. (2011). Mantra Banjar Suatu Kompromi Budaya. Naditira Widya, 5(2), 133–140.

Yulianto, A. (2020). Mantra Pengobatan dan Lamut Tatamba Sebagai Media Penyembuhan dalam Masyarakat Banjar (Kalimantan Selatan). Jurnal Lingko: Jurnal Kebahasaan Dan Kesastraan, 2(2), 126–141.

Downloads

Published

2026-03-30